}#trik_pojok { position:fixed;_position:absolute;top:0px; right:0px; clip:inherit; _top:expression(document.documentElement.scrollTop+ document.documentElement.clientHeight-this.clientHeight); _left:expression(document.documentElement.scrollLeft+ document.documentElement.clientWidth - offsetWidth); }

Kamis, 09 Februari 2012

INFORMASI OBAT YANG DIGUNAKAN MASYARAKAT KELURAHAN BOJONG HERANG KECAMATAN CIANJUR KABUPATEN CIANJUR


INFORMASI OBAT YANG DIGUNAKAN MASYARAKAT KELURAHAN BOJONG HERANG KECAMATAN CIANJUR KABUPATEN CIANJUR

Makalah
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah Farmakologi

Disusun Oleh :
DEDE ZAINAL MUTTAQIN
NIM.32032001D110.19

TINGKAT IA






PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN CIANJUR
AKADEMI KEPERAWATAN
Jalan Pasir Gede Raya no.19 Telp (0263) 267206
Cianjur 43216
2012




BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Kelurahan Bojong Herang merupakan salah satu kelurahan yang ada di Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat.KelurahanKelurahan Bojong Herang terletak Ddi seebelah utara Kabupaten Cianjur dengan jarak kurang lebih 1km dan ketinggian 400m dari permukaan laut.Saat ini penulis tinggal di Jln.Dr.Muwardi Penduduk di Kampung Sayang Heulang mayoritas beragama muslimdan minoritas beragama non muslim.
Mata pencaharian penduduk di Kelurahan Bojong Herang beraneka ragam.Mereka ada yang bekerja sebagai wiraswasta, wirausaha, supir, petani, PNS, polisi, perawat, bidan, dll.Tingkat pendidikan rata-rata masyarakat Kelurahan Bojong Herang adalah SMP dan SMA.
Kelurahan Bojong Herang berada di pusat kota sehingga memiliki prasarana kesehatan yang cukup lengkap. Diantaranya adalah Rumah Sakit, apotek, posyandu, bidan dan dokter praktek.Sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengobati penyakitnya atau memenuhi kebutuhan kesehatannya.
Batas-batas wilayah kelurahanBojongherang :
*      Sebelah utara         : Desa Babakan Karet
*      Sebelah selatan      : Kelurahan Pamoyanan
*      Sebelah barat         : Desa Mekarsari
*      Sebelah timur        : Kelurahan Solokpandan







1.2  Tujuan
a.       Tujuan Umum
Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah farmakologi.
b.      Tujuan Khusus
·         Agar mahasiswa mengetahui obat-obatan kimia yang dikonsumsi masyarakat Kelurahan Bojong Herang baik yang beredar di warung maupun di apotek.
·         Agar mahasiswa mengetahui obat-obatan tradisional yang dikonsumsi masyarakat dari warung dan tanaman obat keluarga.


1.3  Metode Penulisan
Metode Penulisan yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah dengan mengumpulkan data-data obat yang dikonsumsi masyarakat baik obat tradisional maupun obat kimia. Data-data tersebut di dapat dari warung, Apotik dan keluarga. Selain itu penulis juga mengambil sumber dari beberapa buku sebagai referensi.

1.4 Sistematika Penulisan
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I    PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
1.2  Tujuan
1.3  Metode Penulisan
1.4  Sistematika Penulisan
BAB II               TINJAUAN KEPUSTAKAAN
            2.1 Pengertian Obat                           
            2.2 Penggolongan Obat
            2.3 Cara Penamaan Obat       
BAB III  HASIL KUMPULAN BROSUR
BAB IV  DISKUSI DAN PEMBAHASAN
                        4.1 Diskusi
                        4.2 Pembahasan
            BAB V   PENUTUP
a.       Kesimpulan
b.      Saran
DAFTAR PUSTAKA
RIWAYAT HIDUP PENULIS



BAB II
TINJAUAN KEPUSTAKAAN

2.1 Pengertian Obat
            Menurut Prof. Dr. Rudi Syarief Sumadilaga, obat adalah suatu zat kimia yang mempengaruhi proses-proses hidup. Selain itu, obat juga diartikan sebagai senyawa atau campuran senyawa untuk mengurangi gejala atau menyembuhkan penyakit.( Dr. Med. Ahmad Ramali )
            Obat dibedakan menjadi 2, yaitu :
1)      Obat tradisional
Adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun menurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. ( UU No.23 Tahun 1992 Tentang Kesehatn )
2)      Obat Kelompok Fitoterapi
Sediaan obat dari bahan alam, terutama dari baan nabati yang telah jelas kekhasiatnya dan bahan bakunya terdiri dari simplisia atau sediaan galenik yang telah memenuhi persyaratan minmal, sehingga terjamin keseragaman komponen aktif dan kegunaannya. ( DEPKES RI, 1985 )
2.2 Penggolongan Obat
             Untuk memudahkan obat beredar, maka para ahli membaginya menjadi beberapa golongan, antara lain :
1.      Penggolongan obat menurut Undang-Undang
Kelompok ini menentukan mudah sukarnya obat didapat di pasaran atau menurut keamanannya,diantaranya :
a)      Kelompok obat bebas
b)      Kelompok obat bebas terbatas
c)      Kelompok obat keras
d)     Kelompok obat narkotika
e)      Kelompok obat psikotropika
2.      Penggolongan obat menurut letak anatomis
3.      Penggolongan obat menurut penggunaan terapi ( khasiat ).
4.      Penggolongan obat menurut mekanisme aksi farmakologis.
5.      Penggolongan obat menurut bentuk obat.

2.3 Cara Penamaan Obat
            Cara penamaan obat di Indonesia dapat dibagi menjadi :
·         Nama Latin
Dengan beberapa pengecualian, nama latin ditulis dalam bentuk tunggal dan diperlakukan sebagai kata benda netral deklinasi kedua. Contoh : Barbitalum Natricum.
·         Nama Generik
Yaitu obat dengan nama resmi yang telah ditetapkan dalam Farmakope Indonesia dan INN ( Internasional Non-proprietary Names ) WHO untuk zat berkhasiat yang dikandungnya.
Contoh :Asetaminofen
·         Nama Dagang
Obat nama dagang ( = paten ) , atau obat spesialite, brand name menggunakan nama dagang tergantung pabrik yang memproduksi, walaupun jenis obatnya sama. Kemasannya dibuat mewah untuk menarik pembeli dan tiap pabrik mempromosikannya dengan nama dagang masing-masing secara gencar melalui berbagai cara. Contoh : Sanmol ( Sanbe Farma )



·         Nama Kimia
Pemberian nama obat berdasarkan stuktur kimia zat berkhasiat yang dikandungnya. Contoh : Ampilisina



BAB III
HASIL PENGUMPULAN BROSUR OBAT

            Dari pengumpulan brosur obat, diperoleh hasil sebagai berikut :
TABEL I
1.      Obat Kimia yang Dikonsumsi Masyarakat dari Apotek
No
Nama Obat
No. Reg
Pabrik
Golongan
1
Akita
DBL 0109213410A1
PT IFARS
B
2
Allopurinol
GKL 9919607110A1
PT Landson
K
3
Alpara
DTL 9230902604A1
PT Molex
T
4
Amdixal
DKL 0631601210A1
PT Vitabiotics HealthCare
K
5
Amoxicillin
GKL 0634006804A1
PT Novapharin
K
6
Anacetine
DTL 8710800937 A1
Berlico Mulia Farma
T
7
Asam Mefenamat
GKL 9819606406A1
PT Pertiwi Agung
K
8
Atranac
DKL 9604308315A1
PT Corsa Industries
K
9
Brochifar
DTL 9809208904 A1
PT. Ifars
T
10
Bronkis
DTL 9731107234 A1
PT. Graha Farma
T
11
Captopryl
GKL 9720916010C1
PT Indo Farma
K
12
Caviplex
DBL 9606309436 A1

B
13
Cefadroxil
GKL 0924227001A1
PT Soho Industri Pharmasi
K
14
Chloramphenico
GKL 9513605101A1
PT Lucas Djaja
K
15
Cimetidine
GKL 0434003910A1
PT Novavarn
K
16
Ciprofloxacin
GKL 9320916717A1
Indo Farma
K
17
Climdamycin
GKL 97209221101A1
PT IndoFarma
K
18
Clinovir
DKL 9321614310A1
PT Pharantos
K
19
Dexyl
D2018333
PT Gratia Husada Farma
K
20
Dionil
DKL 9709207804A1
PT IFARS
K
21
Doxef Cefadroxil
DKJ 02124117138A1
PT Kimia Farma
K
22
Erysanbe
DKL 7822225638 A1
PT. Sanbe Farma
K
23
Facidol
DBL 9509204704A1
PT IFARS
K
24
Fenamin 50
DKL 8627903304B1
PT Zenith
K
25
Glibenclamide
GKL 9520905004A1
PT Indo Farma
K
26
Gludepatic
DKL 9631512617 A1
PT. Pratapa Nirmala
K
27
Gludepatic
DKL 96331512617A1
FARENHEIT
K
28
Graxila
DKL 9431104310A1
PT GRAHA FARMA
K
29
Haloferidol
GKL 8920905710A1
PT Indofarrma
K
30
Hufamycetin
DKL 8507800301 A2
PT. Gratia Husada Farma
K
31
Hufanoxil
DKL 9607807438 A1
PT. Gratia Husada Farma
K
32
Ibuprofen
GKL 9130007610B1
PT Phyto cemo Agung Pharma
K
33
Infalgin
DKL 8931101104 A1
PT. Graha Farma
K
34
Interhistin
DKL 8317602637A1
PT Interbat
K
35
Itamol
DBL 9710802637 A1
PT. Berlico Mulia Farma
B
36
Latibet
DKL 9909211110A1
PT IFARS
K
37
Lexahist
DKL 9230902510A1
PT Molex Ayus
K
38
Loratodine
GKL 0433512410A1
PT Novell Pharmaceutical Laboratories
K
39
Miravon
DTL 042340661A1
PT Samparindo Perdana
K
40
Noverty
DKL 0433510710A1
PT Novell Pharmceutical Laboratries
K
41
Omerazole
GKL 0233507501A1
Novell PL
K
42
Persidal
DKL 00333031177A1
PT Merci Pharma
K
43
Piroxicam
GKL 0433510510 A1
Novell Pharmaceutical Laboratories
K
44
Ramagesic
DBL 8328900637A1
PT Rama Emerald
K
45
Rhemaxon
DKL 0505513810A1
PT Actavis Indonesia
K
46
Rifampiicin
GKL 0308508109A1
PT Hexpharm Jaya
K
47
Sanmol
DBL 7622235037 A1
PT. Sanbe Farma
B
48
Selesurin
DKL 0636701610A1
PT Sejahtera Lestari Pahrma
K
49
Spiramycin
GKL 0633516409A1
Novell PL
K
50
Terasma
DKL 8514802010A1
PT Medikon PL
K
51
Tokasid
DKL 9231103210A1
PT Graha Farma
K
52
Tramadol
GKL 962-919801A1
PT Indophrama
K
53
Viliron

PT. Otto Pharmaceutical Industries

54
Vosea
DKL 0331108237 A1
PT. Graha Farma
K
55
Yusimox
DKL 9909212304 A1
PT. Ifars
K

TABEL II
2.      Obat Kimia yang Dikonsumsi Masyarakat dari Warung
No
Nama Obat
No. Reg
Pabrik
Golongan
1
Bodrex Flu dan Batuk
DBL 2719008910A1
PT Tempo Scan Pasific
T
2
Bodrexin
DBL 7222708910A1
PT Supra Ferbuindo Farma
T
3
Dulcolax
DTL 0133701315 A1
PT. Boehringer Ingelheim Indonesia
T
4
Fatigon
DTL 8804405409 A1
PT. Dankos Laboratories Tbk.
T
5
Inzana
DTL 042705409 A1
PT Konimex PL
T
6
Konidin

PT Konimex PL
T
7
Migrain
DKL 0122717510A1
PT Konimex
T
8
Mixadin
DKL 2276163004 A1
PT Kalbe Farma
T
9
Mixagrip
DTL 7804410004 A1
PT Dankos Farma
T
10
Neo Rheumacyl
DTL 7222702410 A1
PT. Tempo Scan Pacific
T
11
Oskadon Sp
DBL 255102804A1
PT Supra Forbindo
T
12
Panadol kaplet
DBL 9624502804A1
PT Sterling Products Indonesia
T
13
Paramex
DBL 2531192237A1
PT Konimex PL
T
14
Sangobion
DBL 8315800237A1
PT Merck Tbk
T

TABEL III
Nama Obat, Indikasi, Kontradiksi, Efek samping

NO
NAMA OBAT
INDIKASI
KONTRA INDIKASI
EFEK SAMPING
1
Methapyrone
Untuk meringankan rasa sakit yang disertai dengan kolik (spasme)
Penderita hipersensitif, wanita hamil dan menyusui, Penderitadengan insufisiensihati
Agranulisitosis, Gangguan saluran pencernaan, Reaksi hipersesivitas
2
Lansoprazole pellet
Pengobatan jangka pendek penyakit tukak duodenaldan refluks esofagitis
Pasien yang hipersensitif terhadap Lansoprazore
Diare, kulit kemerahan, Sakit perut , dyspepsia,mual, muntah,pusing.
3
Piracetam 800 mg
Kelainan-kelainan dimana terdapat gangguan srkulasi serebral,Kemunduran daya piker dan konsentrasi
Pada pasien dgn kerusakan ginjal berat,Penderita hemorrhage,
Gelisah,insomnia, iritabilitas, tremor dan agitasi, mulut kering, meningkatnya libido,
4
Ringer Laktat
Untuk mengembalikan keseimbangan elektrolit padadehidrasi
Hipernatremia, Kelainan ginjal, kerusakan sel hati, asidosis laktat
Reaksi-reaksi yg mungkin terjdi karena larutannya atau cara pemberiannya,timbulnya panas,infeksi pd tmpt penyuntikan.
5
Grafalin Tablet 2 mg
Sebagai bronchodilator pd asma bronchial, bronithiskronis dan emfisema
Penderitayanghipersensitif terhadap salbutamol
Mual, pusing, palpitasi, tremor, sakit kepala, vasodilatasi peripheral
6
Dexamethazone Micronised
Kasus alergi dimana diperlukanterapi dgn kortikosteroid
Bayi yg baru lahir dan premature, Penderita tukak lambung aktif, Herpes simplek pd mata
Gangguan keseimbangan elektrolit, rasa kantuk yg ringan, mulut, hidung ,tenggorokan kering,vertigo,
7
Diclopenac Sodium 25 mg
Pengobatan akut dan kronis gejal-gejala rheumatoid arthritis, osteoarthritis, dan ankilosing spondilitis
Hipersensitif terhadap Diclopenac sodium, Aktif atau dicurigai tukak lambung atau pendarahangastrointestinal
Lokal (rasa nyeri dan terbakar pd tempat injeksi dan pd kaejadianyg terbatas abses dan nekrosis local), reaksi kulit yg parah
8
Mebhydrolin
Pengobatan terhadap penyakit alergi


9
Thiamphenicol
Typus dan paratypus,Infeksiyg disebabkan oleh salmonella,Rickettsia.
Hipersensifitas terhadap Thiamphenicol, Pasiendgn gangguan faal hati yg berat
Mual ,muntah diare, Anafilaktik, urtikaria
10
Cetirizinee dihidroklorida
Pengobatan rhinitis alergi menahun, musiman, dan urtikaria idiopatis kronis
Pasiendgnriwayat  hipersensifitas terhadp kndungan cetirizine
Sakit kepala, pusing, mulut kering, gelisah, mengantuk, dangangguan saluran cerna
11
Pyridoxine HCL
Skitkepala, myalgia, arthralgia, sakitgigi
Hipersensifitas
Epigastrik,  Vomiting
12
Meloxicam 7,5 mg
Pengobatansimtomatik jangka pendek eksaserbasi akut ostheoarthritis dan pengobatan jka panjang rheumatoid arthritis
tukak peptik aktif, kelainan hepar dan ginjal, gangguan saluran cerna, asma, kelainan pembekuan darah, pendarahan serebrospinal
Anemia, gangguan saluarn cerna, vertigo, tinnitus, flatulen,kulitkemerahan pruritus
13
Glibenclamide
Diabetes mellitus ringan atau sedang tanpakomplikasi yg responsifdgn diet saja
Pd penderita non diabetic dgn sglikusoria ginjal, gangguan fungsi adrenokortikodroid yg serius
Reaksi hipoglikemia, Hepatitis, alergi kulit,mual, muntah, gastritis
14
Simeticone 25 mg
Gangguan lambung yg disebabkan karena kelebihan asam lambung spt pd  tukak lambung, nyeri pd ulu hati
Jangan diberikan pd pendrita dgn kerusakan ginjal yg berat  karena dpt menimbulkan hipermagnesemia
Muntah , Hipermagnesemia
15
Metformin hydrochloride
Sebagai obat kombinasi dgn sulfonylurea, sebagai obat tunggal dlm hal kegagalanprimer
Gangguan fungsi ginjal, penyakit hati kronis, kegagalan jantung , diabetes melitus
Asidosis laktat dgn gejala2 mual, muntah, sakit perut, diare, penuerunan vit B12
16
Ibuprofen  200 mg
Nyeri pd haid, sakit, kepala, nyeri stelah operasi
Tukak lambung dan duodenum yg berat dan aktif,
Gangguan saluran pencernaan(mual, muntah, diare, nyeri lambung), Penuurunan sel pembekuan darah
17
Asam Mafenamat 500 mg
Meredakan  nyeri ringan( sakit kepala, nyeri otot, nyeri sesudah operasi
Penderita dgn tukak lambung dan usus, penderitadgn gangguan ginjal yg berat
Sistem saraf( mengantuk , pusing, penglihatan kabur, dan insomnia)
18
Amoxicilin kapsul 250 mg
Infeksi kulit dan jaringan yg lunak( Strepcocus, E coli, Ifeksi saluran pernafasan
Penderita Hipersensitif
Gangguan saluran pencernaan, Reaksi-reaksi hematological
19
Metronidazole 250 mg
Amubiasis:disentriamuba, abses hati amuba, ent amuba
Kelainan-kelainan dari darah, kehamilan pd trimeter pertama
Nyeri kepala, vertigo, paresthesia
20
Plantacid Forte btl 100 ml
Untuk mengurangi gejala2 yg berhubunga dgn asam lambung, tukak lambung
Penderita yg hipersensitif terhadap Al, Mg, Dimethyl polysiloxane
Mual, muntah, diare,
21
Piroksikam 20 mg
Untuk terapi simtomatik pd rematoid arthritis, Gangguan muskuloskelotal
Hipersensitif terhadap piroksikam
Gangguan saluran cerna spt sistematis, anoreksia,
23
Salbutamol 1 mg
Sebagai bronkodilator pd penderita asma bromkial dan bronchial kronis
Tiroksiksi, penderitatukak lambung, Hipertiroidisme
Pd anak- anak terjadi stimulasi SSP –diaforesis dan demam
24
Metoclopramide HCL 10 mg
Untuk mengurangi gastroparesis akut dan yg kambuh kembali
Gangguan Ekstrapiramidal, Epilepsi, pendarahan dan perforasi saluran cerna
Diare, mengantuk, sembelit, dan gejala eksapiramidal
25
Siproheptadin 4 mg
Alergi rhinitis, Vasomotor rhinitisCold urtikaria
Glaukoma, tukak lambung stenosis, penderita usia lanjut dan lemah
Saluran kemih: Frekuensi urin bertambah, retensi urin
26
Ofloxacin 200 mg
Infeksi saluran kemih terkomplikasi, Eksaserbasi akut bronchitis kronik
Hipersensitif terhadap ofloxacin dan derivat kuonolon
Saluran pencernaan dan hati: mual, muntah, diare, sakiut perut
27
Doxycycline 100 mg
Infeksi oleh Rickettsiae, pnumoniae
Alergi terhadap tetracycline
Iritasi saluran cerna: mual, muntah, kulitr merah, urtikaria, diare
28
Ketoconazole 020 mg
Dermatofitosis, Infeksi mikosis sistemik spt kandidiasis, histoplasmosis
Penyakit hati akut, hipersensifitas terhadap wanita hamil dan menyusui
Mual, muntah , gangguan cerna, gata-gatal, sakit kepala
29
Famotidin 20 mg
Terapi jangka pendek pengobatan ulkus duodenum akut
Hipersensitif terhadap Famotidin
Sakit kepala, pusing, konstipasi dan diare
30
Erdostrein 300 mg
Mukolitik, obat pengencer lender pd saluran pernafasan akut dan kronik
Pada pasien dgn gangguan ginjal berat , Fenilketonuria
Tidak ada efek samping gastrointestinal maupun sistemik
31
Pyridodoxine HCL 10 mg
Myalgia, neuralgia, sakit kepala
Hypotermia serius, Hypersensifitas
Nauseae, leucopenia
32
Terbutalin Sulphate 2,5 mg
Mengobati asma bronchial, bronchitis kronis, factor penyulit
Penderita yang hipersensitif
Gelisah, sakit kepala, ngantuk, tremor, palpitasi, berkeringat serta mual dan muntah
33
Parasetamol 500 mg
Meringankan gejala flu( demam,sakit kepala, batuk)
Gangguan fungsi hati yg berat, Gangguan jantung dan diabetes melitus
Menyebabkan kantuk, gangguan pencernaan, aritmia, mulut kering, retensi urin
34
Phenylpropanolamine HCL
Meringankan gejala flu, hidung tersumbat
Penderita dgn gangguan jantung dan diabetes mellitus.
Menyebabkan kantuk, gangguan pencernaan, gangguan psikomotor, takikardia
36.
Paramex
Meringankan sakit kepala dan sakit gigi.
Penderita dengan gangguan fungsi hati.
Penderita hipersensitif terhadap komponen obat ini.
Penggunaan dosis besar dan jangka lama dapat menyebabkan kerusakan hati.
37.
Piroxicam
Terapi simptomatik rematoid arthritis, osteoarthritis, ankilosing spondilitis, gangguan musculoskeletal akut dan gangguan gout akut.
Penderita asma yang mempunyai riwayat tukak lambung, perforasi atau perdarahn lambung
Penderita yang hipersensitif pada obat ini.
Keluhan GI, misalnya epigastrik distres, nausea, gangguan abdominal atau nyeri, konstipasi, diare dan flatulen.
38.
Ranitidin
Pengobatan jangka pendek tukak usus 12 jari aktif, tukak lambung aktif, mengurangi gejala refluks esofagitis.
Pengobatan keadaan hipersekresi patologis (misal : sindroma Zollinger Ellison dan mastositosis sistemik)
Penderita hipersensitif terhadap obat ini
Sakit kepala,
Susunan saraf pusat : malaise, pusing, mengantuk, insomnia, vertigo
Gastrointestinal : konstipasi, diare, mual, muntah, nyeri perut, pancreatitis.
39.
Ranitidine
Pengobatan jangka pendek tukak usus 12 jari aktif, tukak lambung aktif, mengurangi gejala refluks esofagitis.
Pengobatan keadaan hipersekresi patologis (misal : sindroma Zollinger Ellison dan mastositosis sistemik)
Penderita hipersensitif terhadap obat ini
Sakit kepala,
Susunan saraf pusat : malaise, pusing, mengantuk, insomnia, vertigo
Gastrointestinal : konstipasi, diare, mual, muntah, nyeri perut, pancreatitis.
40.
Ranitidine Injeksi
Untuk pasien rawat inap di rumah sakit dengan keadaan hipersekresi patologis atau usus 12 jari yang sulit diatasi, atau sebagai pengobatan alternative jangka pendek pemberian oral pada pasien dengan yang tidak bisa diberi Ranitidine oral
Penderita yang hipersensitif terhadap obat ini.
Sakit kepala,
Susunan saraf pusat : malaise, pusing, mengantuk, insomnia, vertigo
Gastrointestinal : konstipasi, diare, mual, muntah, nyeri perut, pancreatitis.
41.
Sohobion
Untuk pencegahan dan pengobatan penyakit karena kekurangan vitamin B1, B6, dan B12 seperti beri-beri, neuritis perifer dan neuralgia.
Hipersensitif terhadap komponen obat ini
Penggunaan vitamin B6 dosis besar dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan sindroma neuropati
42.
Tokasid
Infeksi pada kulit, rambut dan kuku (kecuali kuk kaki) yang disebabkan oleh dermatofit dan atau ragi, bila infeksi ini tidak diobati secara topical karena tempat lesi tidak di permukaan kulit atau kegagalan pada terapi topical.
Infeksi ragi pada rongga pencernaan.
Vaginal kondidosis kronik dan rekuren kandidosis. Pada terapi lokal penyembuhan infeksi kurang berhasil.
Penderita penyakit hati akut dan kronik.
Hipersensitif terhadap ketoconazolum atau salah satu komponen obat ini. Wanita hamil.
Dyspepsia, nausea, sakit perut dan diare.
Sakit kepala, peningkatan enzim hati yang reversible, gangguan haid, dizziness, paraesthesia dan reaksi alergi.
Reversible apabila pengobatan dihentikan pada waktunya.
43.
Triocid
Untuk mengurangi gejala-gejala yang berhubungan dengan kelebihan asam lambung, gastritis, tukak lambung, tukak usus dua belas jari, dengan gejala-gejala seperti : mual, nyeri lambung, nyeri ulu hati, kembung dan perasaan penuh pada lambung.
-
Efek samping yang umum adalah sembelit, diare, mual, muntah, dan gejala-gejala tersebut akan hilang bila pemakaian obat dihentikan
44.
Ulceranin
Pengobatan jangka pendek tukak usus 12 jari aktif, tukak lambung aktif, mengurangi gejala refluks esofagitis
Terapi pemeliharaan setelah penyembuhan tukak usus 12 jari, tukak lambung
Pengobatan keadaan hipersekresi patologis (missal : sindroma Zollinger-Ellison dan mastositosis sistemik)
Penderita yang hipersensitif terhadap obat ini.
Sakit kepala,
Susunan saraf pusat : malaise, pusing, mengantuk, insomnia, vertigo
Gastrointestinal : konstipasi, diare, mual, muntah, nyeri perut, pancreatitis.
45.
Trovensis
Pengobatan mual dan muntah pasca bedah :
4 mg sebagai dosis tunggal secara IM atau IV secara perlahan.
Sebaiknya tidak digunakan pada wanita hamil terutama pada semester pertama kecuali bila manfaatnya lebih besar dari resiko yang mungkin terjadi.
Pada ibu menyusui dianjurkan untuk tidak menyusui.

46.
Ulsicral Sukralfat
Pengobatan jangka pendek (sampai 8 minggu) pada ulkus duodenum (tukak usus 12 jari)
Tidak diketahui kontraindikasi penggunaan sukralfat
Konstipasi dan mulut terasa kering. Diare, mual, muntah, rasa tidak nyaman di perut, flatulen, pruritis, rash, mengantuk, pening, nyeri pada punggung dan sakit kepala
47.
Vegeta Herbal
Mengandung ekstrak dan serat alami membantu melancarkan buang air besar. Vegeta herbal bekerja dengan melunakan feses dengan menyerap air, sehingga feses lebih mudah untuk dikeluarkan.
Tidak boleh diberikan pada penderita obstruksi usus besar (ileus), penyempitan saluran cerna, penderita DM dengan kadar gula yang tidak bisa diatasi dengan baik, pasien hipertensi, hipokalemia dan wanita hamil.
Kemungkinan bisa terjadi reaksi alergi meski jarang terjadi.
48.
Versilon
Vertigo, bunyi berdengung, kehilangan pendengaran yang berhubungan dengan sindrom meniere.
Pasien yang menderita pheochromocytoma.
Hipersensitif terhadap komponen obat ini.
Timbul rasa mual, muntah atau gangguan ganstrointestinal lainnya.
Hipersensitif seperti ruam pada kulit.
Sakit kepala, gatal.
49.
Viliron
Dewasa dan anak-anak diatas 12 tahun : sehari 1x
Untuk pengobatan : sehari 2-3 tablet.
-
-
50.
ZincPro
Bayi 2-6 bulan : ½ kaplet dispersible sehari selama 10 hari walaupun diare sudah berhenti.
Anak-anak 6 bulan – 5 tahun : 1 kaplet dispersible sehari.
Berikan bersama dengan Oral Rehydration Salts atau ASI.
Ibu menyusui dianjurkan tetap menyusui atau meningkatkan frekuensi menyusui pada
Penggunaan bersama Fe dapat menimbulkan reaksi yang merugikan, sehingga penggunaan obat ini sebaiknya beberapa jam sebelum atau sesudah penggunaan Fe.


TABEL IV
Nama Obat, Aturan pakai, Peringatan/ perhatian, Interaksi obat

NO
NAMA OBAT
ATURAN PAKAI
PERINGATAN DAN PERHATIAN
INTERAKSI OBAT
1
Methapyrone
Dewasa: Jika sakit 1 tablet, berikutnya 1 tablet 6-8 jam, maksimum 4 tablet sehari
Tidak  untuk mengobati sakit otot pd gejala-gejala flu, reumatik, lumbago, sakit punggung, bursitis, sindroma, bahu lengan
Dengan levodopa akan menurunkan efektifitas levodopa, Calcium blokers: merupakan efek potensisasi karena mempunyai struktur molekul yg sama dengan paparine
2
Lansoprazole pellet
Tukak duodenal dan refluks esofagitis:30 mg sehari sekali selama 4 minggu, pengobatan jangka panjang tidak dianjurkan
Hati- hati pada penderitapenyakit hati , Tidak perlu penyesuaian dosis pd penderita gangguan hati dan ginjal, dosis tidak boleh melebihi 30 Mg/hari
Lansoprazole menyebabakan penghambatan yang dalam dan lama terhadap sekresi asam lambung karenanya ada kemungkinan memperngaruhi absorpsi asam lambung
3
Piracetam 800 mg
Piracetam injeksi: 1 gram 3 x sehari, Gejala paska trauma( dosis awal secara oral 800 mg 3x sehari
Hati- hati penggunaan pada penderita  dengan gangguan fungsi ginjal,
Dilaporkan adanya kasus konfusi, iritabilitas dan gangguan tidur pada penderita bersama dengan ekstrak tiroid
4
Ringer Laktat
-
Jangan dicampur dengan larutan yang mengandung fospat, jangan digunakan bila botol rusak, larutan keruh atau berisi partikel
-
5
Grafalin Tablet 2 mg
-Anak3-6 tahun : 3-4 x sehari 1-2 mg.
-Anak 6 – 12: 3-4 x sehari 2 mg
- Dewasa atau<12 tahun : 3-4 x sehari 2-4 mg

Jangan diberikan bersama-sama dengan suatu obat dari golongan beta blokers, hati- hati pemberian pada penderita hipertensi, miokardial, hipertiroid, diabetesmelitus, usia lanjut, wanitahamil
-
6
Dexamethazone Micronised 0,5 mg
Dewasa dan anak diatas 12 th :dosis awal 1 tablet setiap 4-6 jam sehari sesudah makan sebelim tidur
Hati-hati bila digunkan pada penderita,glaucoma,riwayat tujak lambung yang aktif atau kronis,hipertensi,osteoporosis,miastenia gravis.
Hati- hati bila digunakan pada penderita yang melakukan aktifitas yang memerlukan kewaspadaan,karena dapat menimbulkan rasa kantuk. 
Pemakaian bersama antikoagulan dapat menaikan atau menurunkan waktu protrombin,dengan diuretik pendepresi kalium dapat meningkatkan resiko hipokalemia.
7
Diclopenac Sodium 25 mg
Dewasa 75- 150 mg sehari : dalam 2-3 kali dosis terbagi tablet harus ditelan utuh dengan air,sebelum makan
Tidak boleh diberikan selama kehamilan,terutama pada 3 bulan pertama tanpa alasan – alasan yang  kuat untuk melakukannya.
Lakukan monitoring terhadap fungsi hati
Adanya memicu terjadinya serangan

Lithium : Diclovenac dilaporkan meningkatkan konsentrasi lithium plasma dengan mengurangi ekskresi ginjal.
8
Mbhydrolin
Dewasa 100 mg – 300 mg sehari dalam dosis terbagi
Anak – anak 6 -12 th :100 mg – 200 mg sehari dalam dosis terbagi
Selam minun obat ini dilarang mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin
-
9
Thiamphenicol
Dewasa,anak – anak dan bayi berumur diatas 2 minggu :50 mg/kg BB dalam dosis terbagi 3- 4 sehari
Bayi premature : 25 mg/kg BB dalam dosis terbagi 4 klai terbagi
Hanya di gunakan untuk infeksi yang sudah jelas penyebabnya,kecuali bila ada kemungkinan infeksi berat.
Perlu dilakukan pengawasan terhadap kemungkinan timbulnya super infeksi dengan bakteri dan jamur.
Hati – hati bila di gunkan bersama – sama dengan obat – obat yang juga dimetabolisme oleh enjim- enjim mikrosoma hati seperti : Dikumarol,fenitolin,tolbutamin,Fenobarbital
10
Cetirizinee dihidroklorida
Dewasa dan anak di atas 12 th 1 tablet 10 mg sehari.
Dosis 20 dan 25 mg/hari tidak menunjukan pengaruh pada kewaspadaan atau kecepatan reaksi,namun pasian dianjurkan untuk tidak menggunakan cetirizen melebihi dosis yang telah dianjunkan.
Saat ini tidak diketahui interaksi cetirizen dengan obat lain.penelitian terhadap diazepam dan simetidin tidak ada bukti interaksi.
11
Amlodipine
Penggunaan dosis diberikan secara individual, bergantung pada toleransi dan respon pasien.
Dosis awal yang dianjurkan adalah 5 mg satu kali sehari, dengan dosis maksimum 10 mg satu kali sehari.
Pasien dengan gangguan fungsi hati : waktu paruh amlodipine menjadi lebih panjang sehingga perlu pengawasan.
Pasien gagal ginjal : perubahan dalam konsentrasi plasma amlodipine tidak berhubungan dengan derajat kerusakan ginjal, sehingga dapat diberikan dengan dosis biasa.
Amlodipine dapat diberikan bersama dengan penggunaan diuretic golongan thiazide, alpha blockers, beta blockers, dll.
Pemberian bersama cimetidine atau antacid tidak mengubah farmakokinetik amlodipine.
12
Meloxicam 7,5 mg
Untuk pasien dengan resiko tinggi,dosis awal 7,5 mg satu kali sehari.untuk pasien gagal ginjal parah,dosis tidak lebih dari 7,5 mg satu kali sehari.dosis penggunaan padabelum di ketahui,penggunaan sebaiknya hanya terbatas untuk dewasa.
Seperti obat – obatan golongan NSAID lain,harus diperhatikan pada pengobatan pasien dengan riwayat penyakit saluran cerna bagian atas dan pasien yang sedang dalam pengobtan dengan antikoagulan.penggunaan Meloxicam sebaiknya dihentikan bila terjadi tukan peptic atau pendarahan lambung.
Meningkatkan resiko pendarahan jika digunakan bersama NSAID lain termasuk golongan salisilat,antikoagulanoral,heparin,trombolitik.meningkatka kadar lithium dalam serum.meningkatkan toksitas hematologis methotrexate. 
13
Glibenclamide
Dosis awaal 2,5 mg – 5 mg/ hari bersama pagi (beberapa penderita dengan 1,25 mg telah rensponsif).Bila perlu sesudah 7 hari,dosis dinaikan dengan 2,5 mg perminggu sampai mencapai dosis yang cukup( maksimal 20 mg/ hari) 
Keamanan dan efektifitas pada anak – anak belium diketahi dengan past.kemampuan konsentrasi bagi pengendara motor dan oprator mesin amsih dapat terganggu.tidak dianjurkan pada wanita hamil kecuali keuntungan yang didapatkan lebih besar dari resiko yang ditimbulkan.
Efek hipoglikemia ditingklatkan oleh sulfonamide,ace inhibitor,fluoxetine,atau dihilamngkan oleh clonidine,diuretic,glucagon,hormone tyroid.dengan mikonazol menyebabkam hipoglikemia berat.
14
Simeticone 25 mg
POLYCROL Gel : 1 – 2 sendok teh (5- 10 ml) diantara dua waktu makan dan sebelum tidur atau menurut petunuk dokter,kocok dahulu sebelum diminum.
POLYCROL Tablet kunyah : 1 – 2 tablet diantara dua waktu makan dan sebelum tidur atau menurut petunuk dokter.sebaiknya dikunyah dulu sebelum di telan. 
Bila di perlukan pengobatan bersama dengan tetraksiklin atau simetidin,waktu anatara pemberian anatasida dan tetraksiklin atau simetidin harus beerjarak 1 – 2 jam untuk mengurangi interaksi.tidak dianjurkan digunakan terus menerus (lebih dari 2 minggu),kecuali atas petunuk dokter,karena dapat menimbulkan ketrgantungan funsi lambung.tidak dianjurkan untuk diberikan pada anak – anak usia di bawah 6 tahun,kecuali atas petunjuk dokter karena biasanya kurnag jelas penyebabanya.jangan diberikan pada penderita Apendiks.
Obat ini mempengaruhi absorpsi tetraksiklin dan mengurangi bioavalabilitas simetidin bila diberikan bersama – sama.seperti halanya prefarat lainnya,kemungkina obat ini dapa mengadakan interaksi dengan obat – obat golongan :salisilat,naproksin,indometasin,sulfadiasi dan aspirin
15
Metformin hydrochloride 500 mg
Tablet 500 mg sehari 3 kali 1 tablet
Pemberian harus diberikan secara berhati – hati pada pasien dengan fungsi ginjal yang tidak sempurna.penggunaan metformin tdak dianjurkan pada kehamilan dan selama menyusui mengingat kemungkian terjadinya interaksi anatara metformin dan anti koagulan tertentu,mungkin dikukan penyesuaian anti koagulannya.
Senyawa yang dapat mempengaruhi aksi obat golongan biguanida adalah mono amin oksidaseinhibitor,salisilat,dan alcohol.
16
Ibuprofen  200 mg
Dewasa : untuk analgesik dan anti inflamasi (rematik tulang,sendi dan non sendi,trauma otot dan tulang /sendi).dosis yang dianjurkan sehari 3 – 4 mg.pada permulaan pemakaian sebaiknya menggunakan dosis minimum yang efektif  yaitu sehari 3 kali 400 mg.
Anak – anak ; 1 – 2 tahun sehari 3 – 4 kali 50 mg.3 – 7 sehari 3 – 4 mg 100 mg   
Tidak boleh melebihi dosis yang telah dianjurkan.karena ibufropen dapat menyebabkan penyempitan bronkus(bronchospam) maka hati – hati pada penderita asma.karena dilaporkan pernah terjadi retensi cairan dan edema,maka hati – hati apda penderita yang pernah menderita penyakit gagal jantumg. 
Obat anti inflamasi non steroid,misalnya asetocal,fenibutazon dan indometasin.
Dosis ibuprofen lebih dari 2,4 g per hari dapat menggantikan derivate kumarin misalnya warfarin dan ikatannya dengan protein plasma.
17
Asam Mafenamat 500 mg
Dewasa dan anak-anak.14 tahun,dosis awal 500 mg, selanjutnya 250 mg tiap6 jam sesuai kebutuhan
Sebaiknya diminum sesudah makan,Dapat timbul reaksi alergik terutama asma, Hati-hati jika digunakan pd wanitahamil dan menyusui , jangan digunakan lebih dari 7hari atau melebihi dosis yg dianjurkan kecuali atas petunjuk dokter
Penggunaan bersamaan dengan antikoagulan oral dapat memperpanjang waktu prothrombin
18
Amoxicilin kapsul 250 mg
-
Dapat menyebabkan terjadinya colitis yang berat, sebelum pengobatan dengan amoxilin harus dilakukan pemeriksaan reaksi kepekaan terhadap penisilin, amoxicillin harus digunakan dgn hati-hati pd wanita hamil dan menyusui
Probenesid dpt meningkatkan dan memperpanjang level darah danamoxicilin, penggunaan bersamaan Allopuronol dpat menyebabkan terjadinya reaksi kulit
19
Metronidazole 250 mg
Dewasa: pencegahan 1 gr dosis tunggal 24 jam sebelum operasi kemudian 500 mg 3 kali sehari selama 5hari.Anak-anak: pencegahan 30mg/kg berat badan dalam dosis tunggal 24 jam sebelum operasi, dilanjutkan 4mg/kg berayt badan 3 kali sehari, selama 5 hari
Hendaknya jangan diberikan bersam minuman yang mengandung alkohol karena dapat menimbulkkan kejang perut,mual, muntah-muntah, sakit kepala
-

















20
Plantacid Forte btl 100 ml
Dewasa: 1-2 tablet atau 5-10 ml suspense plantacid 3-4kali sehari. Anak-anak: ½ -1 tablet atau 2,5-5 ml suspensi plantacid 3-4 kali sehari
Pada penderitadengan gangguan fungsi ginjal retensi magnesium yang diabsorpsi dapat menyebabkan hipermagnesemia, tidak dianjurkan untuk anak-anak  dibawah 6 tahun karena biasanya kurang jelas penyebabnya.
Pemberian bersama-sama simetidin dan tetrasiklin dapat mengurangi absorpsi obat tersebut
21
Piroksikam 20 mg
Dewasa: Goutakut mula-mula 40 mg sehari sebagai dosis tunggal diikuti 4-6 sehari berikutnya 40 mg sehari dosis tunggal atau terbagi
Dapat mengakibatkan kerusakan liver meningkatkan SGTP/SGOT  hingga jaundice, tidak dianjurkan pada wanita hamil dan menyusui
Pemberian bersama-sama dengan litium akan meningkatkankadarlitium dalam darah, pemberian piroksikam bersama antikoagulan oral, sulfonylurea atau hidantoin harus hati-hati dan dimonitor, karena piroksikam berikatan dengan protein plasma
23
Salbutamol 1 mg
Dewasa: 3 kali sehari 1 tablet, Anak-anak 6-12 tahun: 3 kali sehari ½ tablet
Penggunaan pd penderitadengan hipertiroidisme, penyakitjantung dan hipertensi berat, jangan diberikan bersama-sama obat dari golongan beta bloker, hati-hati pemberian pd hipoksemia
Thepyline bersipat antagonis terhadap aktifitas urikosurik dari turunanpirazolon terhadap probobenesid dan terhadap sulfinpirazon
24
Metoclopramide HCL 10 mg
Dewasa: 3 x sehari, ½ tablet, sirup 3x sehari1-2 sendok takar. Anak-anak: Maks 0,5 mg/kg BB sehari dibagi dalam3 dosis
Penggunaan pdpasien dengan gangguan mental (depresi)  jika telah dipertimbangkan rasio antara manfaat dan resikonya, Hati-hati pdwanita hamil dan menyusui karenaefektifitas dan keamanannya belum diketahui dengan pasti
Meningkatkan absorpsi aspirin dan parasetamol, dengan reserpin dan antipsikotik dapat meningkatkan resiko efek ekstrapiramidal
25
Siproheptadin 4 mg
Dosis harus diseusaikan dengan respon dan kebtuhuan penderita secara individual.dewasa 1 – 5 tablet sehari ( 4 – 20 mg sehari dalam dosis terbagi).dosis awal 1 tablet 4 mg 3 kali sehari,kemudian disesuaikan tergantung respon penderita.dosis jangan melebihi 0.5 mg/kg BB sehari atau maksimum 32 mg sehari.
Keamanan dan efektifitas pemakaian pada anak dibawah 14 tahun belum diketahui dengan pasti.penderita harus diperingatkan untuk tidak melakukan aktifitas ayng memerlukan kewaspadaan dan koordinasi anatomic,seperti mengemudikan kendaraan atau menjalankan mesin.
Pemberian bersama – sama dengan alcohol atau obat penekan system syaraf pusat (SSP)dapat memperkuat efek mengantuk.penghambat monoamine oksidase (MAO)dapat meningkatkan atau memperpanjang afek kolinergik.
26
Ofloxacin 200 mg
Infeksi saluran kemih terkomflikasi : 200 mg/12 jam selama 10 hari.infeksi kulit dan jaringan kulit tidak terkomplikasi : 400 mg/12 jam selama 10 hari.
Tidak dianjurkan untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh streftrococus,ataubinfeksi lain yangdi sebabkan oleh organism terhadap antibiotik yang sudah lama di gunakan.hati – hati pemberian pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal (lihat dosis dan cara pemberian)
-
27
Lodia Loperamide HCl
Diare akut (non spesifik)
Dosis awal : 2 tablet
Dosis lazim : 1-2 tablet,
1-2 kali sehari
Dosis maksimum: 8 tablet sehari.
Apabila setelah 48 jam tidak ada perbaikan, pemberian harus dihentikan.
Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Jangan digunakan bila diare diikuti dengan demam tinggi atau feses mengandung darah.
Jangan digunakan melebihi dosis yang dianjurkan karena dapat menyebabkan sukar buang air besar.
Hati-hati bila diberikan bersama obat-obat penenang, alcohol dan penghambat MAO.
28
Lysmin
Anak-anak : sehari 1 sendok takar (5ml)
Dewasa : sehari 1-2 sendok takar (5-10ml)
Kecuali dianjurkan lain oleh dokter.
Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

29
Mixagrif Pegal Linu
Dewasa :3x sehari @ 1 sachet.
Anak 6-12 tahun : 3x ½ sachet.
Hipersensitif terhadap Willow Bark, golongan salisilat dan Ginger.
Hati-hati pada penderita batuk empedu.
Jika sakit berlanjut hubungi dokter.

30
Mixagrip Flu
Dewasa : sehari 3-4 kali 1 kaplet
Anak 6-12 tahun : sehari 3-4 kali ½ kaplet.
Tidak boleh diberikan pada penderita yang peka terhadap obat simpatomimetik lain (missal efedrin, pseudoefedrin, fenilefrin), penderita tekanan darah tinggi berat dan yang mendapat terapi obat anti depresan tipe penghambat MAO.
Tidak melebihi dosis  yang dianjurkan.
Hentikan penggunaan obat ini jika trejadi susah tidur, jantung berdebar dan pusing.
Penggunaan bersama anti depresan tipe penghambat MAO dapat mengakibatkan krisis hipertensi.
31
Mixagrip Flu dan Batuk
Dewasa : sehari 3-4 kali 1 kaplet
Anak 6-12 tahun : sehari 3-4 kali ½ kaplet
Hati-hati penggunaan pada penderita dengan gangguan fungsi hati dan ginjal, glaucoma, hipertrofi prostat, hipertiroid, retensi urin, gangguan jantung dan DM,
Tidak dianjurkan penggunaan pada anak usia di bawah 6 tahun, wanita hamil dan menyusui, kecuali atas petunjuk dokter.
Penggunaan bersama anti depresan tipe penghambat MAO dapat mengakibatkan krisis hipertensi.
32
Nucral Sucralfate
Umum bagi orang dewasa : 4 kali sehari 2 sendok takar (10ml) atau 4 kali sehari 2 tablet, sewaktu lambung kososng (1 jam sebelum makan dan tidur). Pengobatan harus dilanjutkan, kecuali apabila pemeriksaan endoskopi atau sinar X telah memperlihatkan kesembuhan.
Sucralfate harus diberikan secara hati-hati pada pasien gagal ginjal kronis dan pasien dialisis.
Jika diperlukan, antasida dapat diberikan dalam jangka waktu ½ jam sebelum atau sesudah pemberian Sucralfate.
Keamanan dalam efektivitas pada anak-anak belum dapat ditetapkan.
Sucralfate dapat mengurangi absorbsi atau bioavailabilitas obat-obatan : simetidin, ciprofloxacin, digoxin, teofilin, sehingga obat-obatan tersebut harus diberikan dalam waktu 2 jam sebelum pemberian Sucralfate.
33
Omeprazole
Dosis yang dianjurkan 20mg atau 40mg, sekali sehari ditelan utuh dengan air.
Pada penggunaan jangka panjang Omeprazole perlu diwaspadai efek subtained hypocholindric dan hypergastrinemia.
Untuk dosis lebih dari 80mg per hari, dosis harus dibagi dua kali sehari.
Omeprazole dapat memperpanjang eliminasi obat-obat yang dimetabolisme melalui sitokrom P 450 di dalam hati yaitu diazepam, wafarin, dan fenitoin.
Tidak ditemukan interaksi dengan propanolol dan teofilin.
34
Ondansetron OGB
Pencegah mual dan muntah pasca bedah :
Dosis pertama : 8 mg, tablet diberikan 1 jam sebelum pembiusan dilanjutkan pemberian 2 dosis berikutnya 8 mg tablet dengan interval waktu masing-masing 8 jam.
4 mg/IM sebagai dosis tunggal atau injeksi IV secara perlahan.
Sebaiknya tidak digunakan pada wanita hamil terutama pada semester pertama, kecuali bila manfaat lebih besar dari resiko yang mungkin terjadi.
Pada ibu menyusui dianjurkan untuk tidak menyusui.
-
35
Viliron
Dewasa dan anak-anak diatas 12 tahun : sehari 1x
Untuk pengobatan : sehari 2-3 tablet.
-
-
36
Paramex
Dewasa dan anak-anak diatas 12 tahun : 2-3 x sehari 1 tablet.
Jangan melebihi dosis yang dianjurkan
Hati-hati penggunaan pada penderita pophyria akut karena dapat menimbulkan poryphyrinoogenic.
Obat ini dapat menyebabkan kantuk.
-
37
Piroxicam
Bervariasi sesuai dengan penyakit yang diderita
Tidak dianjurkan pemberian pada wanita hamil dan menyusui
Hati-hati pada penderita gangguan pencernaan, jantuung, hipertensi dan keadaan predisposisi retensi air, ginjal dan hati
Pemberian bersama dengan antikoagulan oral, sulfonil urea atau hidantoin harus hati-hati dan dimonitor.
Pemberian bersama litium akan meningkatkan kadar litium dalam darah.
38
Ranitidin
Injeksi IM : 50 mg (tanpa pengenceran) tiap 6-8 jam.
Injeksi IV : intermittent.
Umum : pada penderita yang memberikan respon simptomatik terhadap ranitidine, tidak menghalangi timbulnya keganasan lambung.
Hati-hati pemberian pada gangguan fungsi hati karena ranitidin dimetabolisme di hati.
Hindarkan pemberian pada penderita dengan riwayat porfiria akut.
Ranitidin tidak menghambat kerja dari sitokrom P 450 dalam hati.
Pemberian bersama warfarin dapat meningkatkan atau menurunkan waktu protrombin.
39
Ranitidine
Bervariasi sesuai dengan penyakit yang diderita.
Umum : pada penderita yang memberikan respons simtomatis terhadap Ranitidine, tidak menghalangi timbulnya keganasan lambung
Hati-hati pemberian pada gangguan fungsi hati karena Ranitidine dimetabolisme di hati
Hati-hati penggunaan pada wanita menyusui
Ranitidine tidak menghambat kerja sitokrom P450 dalam hati.
Pemberian bersamaan Warfarin dapat meningkatkan atau menurunkan waktu protrombin.
40
Ranitidine Injeksi
Bervariasi sesuai dengan penyakit yang diderita
Umum : pada penderita yang memberikan respons simtomatis terhadap Ranitidine, tidak menghalangi timbulnya keganasan lambung
Hati-hati pemberian pada gangguan fungsi hati karena Ranitidine dimetabolisme di hati
Hati-hati penggunaan pada wanita menyusui
Ranitidine tidak menghambat kerja sitokrom P450 dalam hati.
Pemberian bersamaan Warfarin dapat meningkatkan atau menurunkan waktu protrombin
41
Sohobion
1 tablet salut selaput sehari sesudah makan
Sebaiknya tidak digunakan untuk pasien yang sedang menerima terapi sindroma neuropati
-
42
Tokasid
Pengobatan kuratif:
Dewasa :
Infeksi kulit : 1 tablet (200mg) sekali sehari pada waktu makan. Apabila tidak ada reaksi, ditingkatkan 2 tablet (400mg) sehari.
Kandidosis vagina : 2 tablet (400mg) sekali sehari pada waktu makan.
Penting memberikan penjelasan kepada pasien yang diterapi untuk jangka panjang mengenai gejala penyakit hati seperti letih tidak normal yang disertai dengan demam, urin berwarna gelap, tinja pucat atau ikterus.
Tidak boleh diberikan pada anak dibawah 2 tahun.
Jangan diberikan pada wanita hamil, kecuali kemungkinan manfaatnya lebih besar dari resiko pada janin.
Pemberian bersama-sama dengan terfenadin dan astemizol.
Pemberian bersama dengan rifampicin dapat menurunkan kensentrasi plasma kedua obat.
Pemberian bersama INH dapat menurunkan konsetrasi plasma ketoconazolum, bila kombinasi ini digunakan konsentrasi plasma harus dimonitor.

43
Trovensis
Pengobatan mual dan muntah pasca bedah :
4 mg sebagai dosis tunggal secara IM atau IV secara perlahan.
Sebaiknya tidak digunakan pada wanita hamil terutama pada semester pertama kecuali bila manfaatnya lebih besar dari resiko yang mungkin terjadi.
Pada ibu menyusui dianjurkan untuk tidak menyusui.

44
Ulceranin
Bervariasi sesuai dengan penyakit yang diderita
Umum : pada penderita yang memberikan respons simtomatis terhadap Ranitidine, tidak menghalangi timbulnya keganasan lambung
Hati-hati pemberian pada gangguan fungsi hati karena Ranitidine dimetabolisme di hati
Hati-hati penggunaan pada wanita menyusui
-
45
Ulsicral Sukralfat
Dosis yang dianjurkan pada orang dewasa : 2 sendok takar (10ml), 4x sehari, sewaktu lambung kosong (1 jam sebelum makan dan tidur).
Ulsicral harus diberikan secara hati-hati pada pasien gagal ginjal kronis dan pasien dialysis. Penggunaan obat ini selama kehamilan hanya dilakukan jika benar-benar diperlukan.
.
-
46
Vegeta Herbal
Untuk melancarkan buang air besar : 1 bungkus 1x sehari, diminum sebelum tidur.
Penggunaan harus disertai minum air putih minimum 8 gelas sehari dan diet rendah lemak.
Tidak boleh digunakan tanpa air.
Tidak boleh dimakan dalam bentuk serbuk.
Tidak boleh digunakan dalam 6

47
Osteoflam
BB diatas 55 kg : sehari 3x2 kaplet.
Bb dibawah 55 kg : sehari 3x1 kaplet.
-
-
48
Versilon
Dewasa : 1-2 tablet (6-12 mg Betahistenin Mesylate), 3x sehari sesudah makan.
Dosis disesuaikan dengan usia pasien dan keadaan penyakit.
Diperlukan dosis yang hati-hati untuk pasien yang mempunyai riwayat ulkus atau mengidap ulkus saluran cerna dan asma brochial.
Penggunaan pada masa hamil : batas keamanan penggunaan pada wanita hamil masih dalam penelitian.
-
49.
Viliron
Dewasa dan anak-anak diatas 12 tahun : sehari 1x
Untuk pengobatan : sehari 2-3 tablet.
-
-
50.
ZincPro
Bayi 2-6 bulan : ½ kaplet dispersible sehari selama 10 hari walaupun diare sudah berhenti.
Anak-anak 6 bulan – 5 tahun : 1 kaplet dispersible sehari selama 10 hari walaupun diare sudah berhenti.
Berikan bersama dengan Oral Rehydration Salts atau ASI.
Ibu menyusui dianjurkan tetap menyusui atau meningkatkan frekuensi menyusui pada anak selama dan setelah diare.
Penggunaan bersama Fe dapat menimbulkan reaksi yang merugikan, sehingga penggunaan obat ini sebaiknya beberapa jam sebelum atau sesudah penggunaan Fe.


  
BAB IV
DISKUSI DAN PEMBAHASAN


2.1 Diskusi
            Obat merupakan salah satu hal yang penting dalam upaya mencegah suatu penyakit ataupun menyembuhkan penyakit.Ada banyak obat yang beredar di pasaran, khususnya di Kelurahan Bojong Herag. Mulai dari obat kimia yang dijual di apotek sampai yang di jual di warung-warung, serta obat tradisional seperti jamu.
            Sebagian besar penduduk di Kelurahan Bojong Herang memilih untuk mengkonsumsi obat kimia yang dijual di warung-warung untuk mengobati penyakit ringannya.Itu karena obat tersebut mudah didapat dan harganya pun relative terjangkau. Selain itu, mereka juga masih mengkonsumsi obat-obat tradisional maupun tanaman obat keluarga ( toga ) untuk menjaga kesehatan mereka. Mereka berpendapat dengan mengkonsumsi obat tradisional ataupun toga, mereka akan mudah sembuh dan tidak perlu khawatir karena tidak ada efek sampingnya.
            Meskipun demikian, sebagian besar penduduk Kelurahan Bojong Herang selalu cermat dalam mengkonsumsi obat yang mereka beli.Mereka memperhatikan dosis yang tertera di brosur serta efek sampingnya. Mereka baru akan berobat ke dokter jika gejala penyakit yang dirasakan berat.
2.2 Pembahasan
Sebenarnya, efek samping yang dapat ditimbulkan dari pemakaian obat kimia dapat dicegah.Efek samping itu sendiri artinya efek fisiologis yang tidak berkaitan dengan efek obat yang tidak diinginkan. Pencegahan efek samping obat ini dapat dihindari dengan cara mengkonsumsi obat sesuai dengan dosis yang telah ditentukan, mengetahui cara pemakaian obat tersebut, mengetahui waktu yang telah ditentukan dalam mengkonsumsi obat,dsb. Dengan demikian kita akan aman dalam mengkonsumsi obat apapun.
A.    Obat Kimia yang Dikonsumsi Masyarakat
a. Dari Warung
Beberapa masyarakat mengkonsumsi obat-obatan kimia yang diperoleh dari warung. Hal itu dikarenakan obat-obatan tersebut mudah didapat dan harganya yang terjangkau. Adapun obat-obatan kimia yang dikonsumsi dari warung antara lain :
ü  Bodrex Flu dan Batuk
ü  Dulcolax
ü  Fatigon
ü  Inzana
ü  Konidin
ü  Mixagrip
ü  Neo Rheumacyl
ü  Paramex
b.  Dari Apotek
            Selain dari warung, sebagian masyarakat membeli obat dari apotek sesuai dengan resep dokter.Obat-obatan tersebut diantaranya :


ü  Anacetine
ü  Brochifar
ü  Bronkis
ü  Caviplex
ü  Erysanbe
ü  Gludepatic
ü  Hufanoxil
ü  Hufamycetin
ü  Infalgin
ü  Itamol
ü  Piroxicam
ü  Sanmol
ü  Viliron
ü  Vosea
ü  Yusimox








B.     Obat Tradisional yang Dikonsumsi Oleh Masyarakat
a. Dari Warung
Masyarakat yang tidak biasa mengkonsumsi obat kimia, biasanya memilih obat tradisional untuk mengobati penyakitnya. Berikut daftar obat tradisional yang dikonsumsi masyarakat :
Ø  Antangin
Ø  Tolak Angin
Ø  Kiranti
b. Tanaman Obat Keluarga ( TOGA )
Tanaman obat keluarga merupakan salah satu alternative yang dipakai oleh masyarakat gang Semboja secara turun temurun, yang dipercaya berkhasiat dalam mengobati berbagai penyakit. Toga ini masih banyak dipakai karena tidak memiliki efek  samping seperti obat kimia. Adapun tanaman tersebut antara lain :


Ø  Bawang Merah
Ø  Bawang Putih
Ø  Bengkuang
Ø  Daun Saga
Ø  Tomat
Ø  Jahe
Ø  Mengkudu
Ø  Daun Sirsak
Ø  Alpukat
Ø  Cincau
Ø  Kacang Panjang
Ø  Pisang


                                                    

  
Uraian Tanaman Obat Keluarga

1.    Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus (B1) Miq)
Nama Lokal :
 Kumis kucing, Mamang besar (Indonesia); Kutun, mamam, bunga laba-laba (Jawa); Mao Xu Cao (China)
 Penyakit Yang Dapat Diobati :
 Infeksi Ginjal, Infeksi Kandung kemih, Kencing batu, Encok; Peluruh air seni (diuretic), menghilangkan panas dan lembab.
Bagian yg dipakai : seluruh tumbuhan, basah atau kering (dianginkan dahulu, lalu dijemur di panas matahari).
 Cara pemakaian : 30 – 60 gr. (kering) atau 90 – 120 gr (basah) direbus, atau yang kering/basah diseduh sebagai teh.


2.    Tanaman Sambiloto - Andrographis Paniculata
Nama latin : Andrographis paniculata Ness.
 Nama Lokal :
 Ki oray, ki peurat, takilo (Sunda). bidara, sadilata, sambilata,; takila (Jawa). pepaitan (Sumatra).; Chuan xin lian, yi jian xi, lan he lian (China), xuyen tam lien,; cong cong (Vietnam). kirata, mahatitka (India/Pakistan).; Creat, green chiretta, halviva, kariyat (Inggris).



Penyakit Yang Dapat Diobati :
 Hepatitis, infeksi saluran empedu, disentri basiler, tifoid, diare, ; Influenza, radang amandel (tonsilitis), abses paru, malaria, ; Radang paru (pneumonia), radang saluran napas (bronkhitis),; Radang ginjal akut (pielonefritis), radang telinga tengah (OMA), ; Radang usus buntu, sakit gigi, demam, kencing nanah (gonore),; Kencing manis (diabetes melitus), TB paru, skrofuloderma,; Batuk rejan (pertusis), sesak napas (asma), leptospirosis,; Darah tinggi (hipertensi), kusta (morbus hansen=lepra),; Keracunan jamur, singkong, tempe bongkrek, makanan laut,; Kanker:penyakit trofoblas, kehamilan anggur (mola hidatidosa),; Trofoblas ganas (tumor trofoblas), tumor paru.;

Khasiat dan cara pemakaian :
 Herba kering sebanyak 10 – 20 g direbus atau herba kering digiling halus menjadi bubuk lalu diseduh, minum atau 3 – 4 kali sehari,  4 – 6 tablet. Untuk pengobatan kanker, digunakan cairan infus, injeksi, atau tablet. Untuk pemakaian luar, herba segar direbus lalu airnya digunakan untuk cuci atau digiling halus dan dibubuhkan ke tempat yang sakit, seperti digigit ular berbisa, gatal-gatal, atau bisul.
3.    Bunga Pukul Delapan atau Lidah Kucing
Bunga Pukul Delapan
Nama Lokal :
 Bunga pukul delapan, lidah kucing (Jawa). NAMA ASING W. Indian holly, sage rose, holly rose (I).
NAMA SIMPLISIA Turnerae ulmifoliae Folium (daun bunga pukul delapan), Turnerae ulmifoliae Radix (akar bunga pukul delapan).

Khasiat bunga pukul Delapan
 Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah daun dan akarnya.
 Daun dan akar digunakan untuk mengatasi: gangguan pencernaan, seperti perut kembung, tidak nafsu makan,
 rematik sendi yang disertai bengkak, o bengkak karena memar, dan lemah setelah sembuh dari sakit berat.

Cara pemakaian
 Untuk obat yang diminum, rebus daun atau akar segarnya (15 g). Setelah dingin, saring dan minum airnya. Untuk obat luar, tumbuk daun segar secukupnya, tambahkan kapur sirih (secukupnya), lalu aduk rata. Tempelkan pada bisul atau bagian tubuh yang bengkak dan memar, lalu balut
4.    Bunga Tahi Kotok
Nama Latin : Tagetes Erecta, L
Nama Lokal : Bunga Tahi Kotok Bunga Tai Ayam (indonesia, Oeillet d’inde (french), Marigold (English) Ades, Afrikaantjes; Wan shou ju (China).;
 Penyakit Yang Dapat Diobati :
 Infeksi saluran nafas bagian atas, radang mata (Conjunctivitis).; Batuk, Bronkhitis, Sariawan, radang tenggorok, sakit gigi,; Kejang pada anak-anak;

Kasiat dan Cara Pemakaian
 Bagian yg dipakai: Bunga & akar, kering.
Menyembuhkan:
 1. Infeksi saluran nafas bagian atas, radang mata (Conjunctivitis).
 2. Batuk seratus hari (Pertussis), radang saluran nafas (Bronchitis).
 3. Sariawan, radang tenggorok, sakit gigi, kejang panas pada  anak-anak.

Cara pemakaian: 5 – 15 gr bunga kering, direbus.
 utk pemkaian luar: Bunga direbus untuk cuci, atau uk Gondongan (Parotitis), pembengkakan payudara (mastitis):
 Lumatkan bunga, campur . dengan cuka, sebagai tapal pada tempat    yang sakit.
 Radang kulit bernanah (Pyodermi):    Lumatkan akar dan daun segar, sebagai tapal di tempat kelainan.
 Resep obat lain :
 1. Batuk seratus hari (Pertusis):   15 bunga Tagetes erecta + gula enau, direbus.
 2. Sakit gigi, sakit mata: 15 gr bunga tagetes erecta, rebu

5.  Alpukat ( Persea americana Mill )
            Pohon alpukat dapat mencapai tinggi 10 m. Tumbuhan ini berbatang kayu dengan banyak cabang. Daunnya tunggal berbentuk bulat telur, berwarna hijau. Buahnya berwarna hijau sampai keunguan dan kalau masak dagingnya berwarna kuning atau kuning kehijauan.
Kandungan dan Manfaat :
            Alpukat mengandung vitamin A, C, E, K dan bermanfaat untuk  melancarkan air seni dan antibakteri.


Kegunaan :
a)      Batu ginjal
7 helai daun alpukat segar, seduh dengan ½ gelas air panas. Minum 2x setiap hari, pagi dan sore, sampai batunya keluar.
b)      Menghaluskan kulit
Buah alpukat dilumatkan, balurkan pada wajah dan tangan yang sudah dibersihkan dengan air hangat selama sekitar 30 menit.
c)      Kulit kering
Buah alpukat dilumatkan sampai halus, balurkan merata pada wajah. Setelah kering cuci wajah dengan air hangat. Lalu, oleskan wajah dengan es batu.
d)     Sakit pinggang
5 helai daun alpukat direbus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal 1 gelas. Setelah diangkat, embunkan air itu semalam. Esok pagi baru diminum. Lakukan ini selama seminggu berturut-turut.
e)      Bengkak
1-2 buah alpukat dilumatkan, beri sedikit air sampai seperti bubur. Borehkan pada bagian tubuh yang sakit.
f)       Hipertensi
3-5 helai daun alpukat dicuci bersih, seduh dengan 1 gelas air panas. Minum 1x sehari sekaligus kalau sudah dingin.
g)      Sariawan
Aduk sebuah alpukat matang dengan 2 sendok makan madu murni. Makan 3x sehari.
  
6.  Bengkuang ( Pachyrrhizus erosus L.)
Masyarakat pada umumnya lebih mengenal umbinya daripada tumbuhannya. Umbinya seringkali digunakan sebagai bahan rujak. Bengkuang merupakan tanaman semak semusim, dengan batang membelit, berambut dan warnanya hijau. Tanaman ini berdaun tunggal, bulat telur, ujung runcing, pangkal tumpul berwarna hijau. 
Bunganya membentuk tandan terletak di ketiak daun. Kelopak berbulu berbentuk lonceng, mahkota gundul bernoda hijau, ungu kebiruan buah polong, bentuk lanset pipih berwarna hijau. Bijinya keras berbentuk mirip ginjal warna kuning kotor.
Kandungan dan Sifat:
Biji Bengkuang mengandung paki saponin A dan B, pakirhijin, rotenone, minyak lemak dan hars. Sifat khasnya yang beracun membuat penggunaannya terbatas hanya pada biji dan umbinya.
Kegunaan :
a)      Pemutih Kulit
Parutlah umbi bengkuang secukupnya, kemudian peras airnya. Lalu endapkan semalaman, jika perlu bedak yang diendapkan semalaman itu ditambah sedikit tepung beras. Gunakan di wajah saat udara panas.
b)      Beri-beri
Gunakan 300 gr umbi bengkuang, kupas, cuci bersih dan makanlah 2x sehari.

7.  Bawang Merah   (Allium cepa L.)  
Bawang merah adalah sejenis tanaman yang menjadi bumbu berbagai masakan Asia Tenggara dan dunia. Herba semusim, tidak berbatang. Daun tunggal memeluk umbi lapis. Umbi lapis menebal dan berdaging, warna merah keputihan. Perbungaan berbentuk bongkol, mahkota bunga berbentuk bulat telur. Buah batu bulat, berwarna hijau. Biji segi tiga warna hitam. Bagian yang Digunakan Umbi lapis.
Kandungan dan Manfaat :
Bawang merah mengandung vitamin C, kalium, serat, dan asam folat. Selain itu, bawang merah juga mengandung kalsium, zat besi, minyak atsiri, sikloaliin, metilaliin, dihidroaliin, flavonglikosida, kuersetin, saponin, peptida, fitohormon, vitamin, dan zat pati.. Bawang merah juga mengandung zat pengatur tumbuh alami berupa hormon auksin dan giberelin. Kegunaan lain bawang merah adalah sebagai obat tradisional, bawang merah dikenal sebagai obat karena mengandung efek antiseptik dan senyawa alliin. Senyawa alliin oleh enzim alliinase selanjutnya diubah menjadi asam piruvat, amonia, dan alliisin sebagai anti mikoba yang bersifat bakterisida.
Kegunaan :
  1. Batuk
Umbi Bawang merah 4 gram Daun Poko segar 4 gram Daun Sembung segar 3 gram Herba Pegagan segar 4 gram Buah Adas 2 gram Air 125 ml Cara pembuatan: Dipipis, dibuat infus atau pil. Cara pemakaian: Diminum sehari 1 kali, pagi hari 100 ml. Apabila dipipis diminum 1 kali sehari 1/4cangkir. Pil, diminum 3 kali sehari 9 pil. Lama pengobatan: Diulang selama 14 hari.
  1. Kencing Manis
Umbi Bawang Merah (dirajang) 4 gram Buah Buncis (dirajang) 15 gram Daun Salam (dirajang) 10 helai Air 120 ml Cara pembuatan: Dibuat infus. Cara pemakaian: Diminum sehari 1 kali 100 ml. Lama pengobatan: Diulang selama 14 hari.
  1. Demam dan Perut Kembung pada Anak-anak
Umbi Bawang Merah (potong tipis) secukupnya, minyak kelapa secukupnya, minyak kayu putih secukupnya. Cara pembuatan: Diremas-remas. Cara pemakaian: Minyak tersebut dioleskan pada perut yang kembung, seluruh badan, kaki, dan tangnn pada anak yang demam.

8.  Bawang Putih ( Allium sativum L. )
Tanaman ini termasuk bumbu dapur yang sangat popular di Asia.Ia memberikan rasa harum yang khas pada masakan, sekaligus menurunkan kadar kolesterol yang terkandung dalam bahan makanan yang mengandung lemak. Maka jangan heran jika pada masakan Cina, Korea dan Jepang banyak menggunakan bawang sebagai bumbu utamanya.Bawang putih adalah tanaman yang tumbuh di daerah tropis dan mendapat sinar matahari yang cukup.Manfaat bawang putih bagi kesehatan sudah sangat popular di tengah masyarakat sejak zaman dulu.

Kandungan dan Manfaat :
Bawang putih mengandung minyak atsiri, aliin, kalium, saltivine, diallysulfide.Senyawa alisin berkhasiat menghancurkan pembentukan pembekuan darah dalam arteri, mengurangi gejala diabetes dan mengurangi tekanan darah.Selain alisin, bawang putih juga memiliki senyawa lain yang berkhasiat obat, yaitu alil. Senyawa alil paling banyak terdapat dalam bentuk dialil-trisulfida yang berkhasiat memerangi penyakit-penyakit degeneratif dan mengaktifkan pertumbuhan sel-sel baru.
Kegunaan :
1.      Hipertensi
2-3 siung bawang putih dikupas, cuci, kunyah, lalu ditelan sambil minum air hangat. Lakukan 3 kali sehari. b> Bawang putih dibakar sampai matang, makan. Dua hari pertama makan 6 siung selanjutnya selama seminggu makan 2 siung.

2.      Sakit kepala
Umbi bawang putih dilumatkan, lalu borehkan pada dahi.

3.      Flu
Bawang putih, bawang merah, jahe dengan takaran yang sama dikupas, cuci, seduh. Tutup selama 15 menit, sisihkan jahenya, makan bawang merah, bawang putih, minum airnya.

4.      Disentri
2 siung bawang putih dikupas, cuci, rebus dengan segelas air. Minum sebelum makan. Lakukan 3 kali sehari, selama 2-3 hari.

5.      Cacingan
3 siung bawang putih dikupas, cuci, kunyah sampai halus, telan dan minum air hangat. Lakukan 1-2 kali sehari.

6.      Nyeri haid
2 siung bawang putih dikupas, kunyah halus, telan. Minum 2 sendok makan air hangat. Lakukan 2 kali sehari.

7.      Migrain
2 siung bawang putih dikupas, cuci, kunyah perlahan sampai lumat lalu telan dan minum air hangat. Lakukan 2 kali sehari.

8.      Perut kembung
2 siung bawang putih dikupas, cuci, kunyah perlahan sampai halus, telan lalu minum air hangat. Lakukan 3 kali sehari.

9.      Sakit maag
Bawang putih laki-laki (yang tumbuh sendiri, tunggal, tidak bergerombol), dikupas, cuci, kunyah. Lakukan 3 kali sehari.

9.  Cincau ( Cyclea barbata Miers dan Stephania capitata Spreng )
      Stepania capitata  Spreng adalah tumbuhan tidak berkayu. Ia biasa melilit pagar atau tanaman lain. Daunnya berbentuk jantung dan berbulu. Panjangnya 6-8 cm dan lebarnya 4-6 cm.
      Cyclea barbata Miers batangnya berkayu, besarnya kira-kira sejari, merambat dan mengeluarkan akar-akar. Daunnya berbentuk lonjong, berukuran kira-kira 10-15 cm dan tidak berbulu. Untuk membedakannya dari Stepania capitata, ia biasanya disebut cincau kebo.
      Daun kedua macam tanaman itu biasa dibuat menjadi semacam agar-agar lembek berwarna hijau yang dimakan dengan sirup. Pedagang cincau umumnya memakai cincau kebo. Selain daunnya menghasilkan lebih banyak cincau, tanamannya pun jauh lebih besar sehingga daunnya lebih banyak. Namun, cincau dari daun berbentuk jantung dianggap lebih enak.
Kandungan dan Manfaat :
      Daun dan akarnya mengandung alkaloid sikleina, kandioplegida, pati dan lemak. Cincau berkhasiat mendinginkan dan membersihkan darah.
Kegunaan :
a)      Panas perut
20 helai daun cincau berbentuk jantung atau 10 helai daun cincau kebo dicuci bersih. Remas-remas lalu beri 1 gelas air minum yang sudah dingin. Aduk lalu saring dengan kain. Biarkan di tempat dingin sampai membeku menjadi seperti agar-agar hijau yang lembek. Dimakan dengan madu, sirup, atau gula aren cair yang sudah dimasak dengan pandan. Cincau kalau dibiarkan terlalu lama akan menciut dan mengeluarkan banyak air.
b)      Disentri
Resepnya sama seperti diatas. Makan selama seminggu  berturut-turut.
c)      Sariawan
Resepnya sama seperti diatas. Makan selama 5-7 hari berturut-turut.
d)     Bisul
Daun cincau berbentuk jantung secukupnya dicuci. Dilumatkan lalu ditempelkan ke bagian yang bernanah untuk mengeluarkan nanahnya.
  
10.  Daun Saga( Abrus precatorius )
Daun saga termasuk jenis tumbuhan perdu dengan pokok batang berukuran kecil dan merambat pada inang membelit-beli ke arah kiri. Tumbuhan itu banyak tumbuh secara liar di hutan-hutan, ladang-ladang atau sengaja dipelihara di pekarangan.Tanaman itu sangat majemuk, berbentuk bulat telur serta berukuran kecil-kecil. Tampilannya menyerupai daun tamarindus indica dengan bersirip ganjil dan memiliki rasa agak manis (biasa disebut saga manis). Saga juga memiliki buah polong berisi biji-biji yang berwarna merah dengan titik hitam mengilat dan licin. Sedang bunganya berwarna ungu muda dengan bentuk menyerupai kupu-kupu, dalam dukungan tandan bunga. Tumbuhan ini banyak tumbuh secara liar di hutan-hutan, ladang-ladang atau sengaja dipelihara di pekarangan.
Kandungan dan Manfaat :
Daun Saga memiliki kandungan kimia berupa glycyrrhicic acid.Mempunyai sifat penyejuk pada kulit dan selaput lendir.Mempunyai efektifitas ekspektoran yang diyakini karena adanya kandungan glicerin yang memacu mukosa dari trakea.Selain itu juga mengandung protein, vitamin A,B1, B6, C, Kalsium Oksalat, flisirizinat, polygalacturomic acid dan pentosan.
Kegunaan :
1.      Radang Mata
Satu genggam daun saga digiling halus, kemudian direbus dengan 2 gelas air untuk diambil uapnya. Uap air daun saga tersebut dipakai untuk obat tetes mata.
2.      Sariawan
Daun saga secukupnya yang masih baru dipetik dijemur beberapa menit agar agak layu. Kemudian dikunyah-kunyah sampai halus sambil untuk kumur.


11.  Daun Sirsak ( Annona muricata L. )
           




Sirsak atau biasa disebut dengan nangka belanda ini, adalah tanaman yang bisa tumbuh di sembarang tempat, paling baik ditanam di daerah yang cukup berair. Pohon sirsak bisa mencapai tinggi 9 m. Pohon ini ternyata banyak memiliki khasiat, mulai dari buah hingga daunnya.Daging buah sirsak berwarna putih dan memiliki biji berwarna hitam. Buah ini sering dijadikan bahan baku jus minuman serta es krim.

Kandungan dan Manfaat :
Buah sirsak mengandung banyak karbohidrat, terutama fruktosa. Kandungan gizi lainnya adalah vitamin C, B1,B2 yang cukup banyak. Bijinya beracun, dan dapat digunakan sebagai insektisida alami sebagaimana biji srikaya. Selain itu, daun sirsak juga dipercaya bisa digunakan sebagai pencegahan kanker.
Kegunaan :
  1. Obat sakit pinggang
a)      Ambillah daun sirsak kira-kira 20 lembar.
b)      Cuci bersih daun sirsak yang telah disiapkan.
c)      Daun sirsak yang sudah dicuci bersih tersebut, direbus dengan perbandingan 20 lembar daun sirsak untuk 5 gelas air, rebus sampai airnya berkurang kira-kira menjadi 3 gelas.
d)     Minum ramuan tersebut, 1 kali sehari, sekali minum tiga perempat.

2.      Mengobati bisul
a)      Ambillah beberapa lembar daun sirsak yang masih muda, jangan terlalu tua.
b)      Setelah itu tempelkan daun sirsak tersebut dibisul.

3.      Mengobati rematik
a)      Siapkan beberapa lembar daun sirsak yang tidak terlalu tua dan juga tidak terlalu muda.
b)      Tumbuk halus daun sirsak tersebut, setelah itu tumbukan daun sirsak tersebut kita tempelkan pada bagian yang sakit.


12.  Jahe( Zingiber officinale )
Kandungan dan Manfaat  Jahe :

Sifat khas jahe disebabkan adanya minyak atsiri dan oleoresin jahe.Kandungan minyak atsiri dalam jahe kering sekitar 1 – 3 persen.Komponen utama minyak atsiri jahe yang menyebabkan bau harum adalah zingiberen dan zingiberol.Komponen dalam oleoresin jahe terdiri atas gingerol dan zingiberen, shagaol, minyak atsiri dan resin.Pemberi rasa pedas dalam jahe yang utama adalah zingerol.Jahe merupakan pereda rasa sakit yang alami dan dapat meredakan nyeri rematik, sakit kepala, dan migren.

Kegunaan :

1.      Mencegah mabuk perjalanan
Pukul-pukul jahe segar sepanjang satu ruas jari. Masukkan ke dalam satu gelas air panas, beri madu secukupnya, lalu diminum. Bisa juga menggunakan sepertiga sendok teh jahe bubuk, atau kalau tahan, makan dua kerat jahe mentah.

2.      Mengobati rematik
Siapkan 1 atau 2 rimpang jahe. Panaskan rimpang tersebut di atas api atau bara dan kemudian ditumbuk. Tempel tumbukan jahe pada bagian tubuh yang sakit rematik. Cara lain adalah dengam menumbuk bersama cengkeh, dan ditempelkan pada bagian tubuh yang rematik.

3.      Mengobati batuk dan demam
Rimpang jahe ditumbuk dan direbus dalam air mendidih selama lebih kurang ½ jam, kemudian airnyadiminum.

4.      Mengobati luka gigitan ular
Rimpang yang ditumbuk, dengan diberi sedikit garam, kemudian ditempelkan pada luka bekasgigitan ular beracun (hanya sebagai pertolongan pertama sebelum penderita dibawa ke dokter).

5.      Mengobati eksim
Parutan lobak dicampur dengan air jahe.Air jahe dapat diperoleh dengan memarut rimpang jahe, lalu diperas.Ramuan ini dioleskan ke bagian kulit yang terkena eksim.Biasanya dalam waktu 2 minggu saja penyakit sudah berkurang.






13. Kacang panjang ( Vigna sinensis Endle )
      Kacang panjang adalah jenis rerumputan merambat, melingkar-lingkar dengan buah polong yang panjangnya bisa mencapai 0,5 m. Daunnya berbentuk segi tiga, dimakan sebagai sayuran dan untuk makanan ternak. Sedangkan bunganya berwarna putih atau hijau muda, berbentuk kupu-kupu.
Kandungan dan Manfaat :
      Daun dan buahnya mengandung protein dan kapur/kalsium cukup tinggi. Selain itu juga mengandung fosfor, besi, magnesium, belerang dan vitamin B1, B2 dan C.
Kegunaan :
a)      Rambut rontok
Segenggam daun muda kacang panjang cuci, tumbuk halus, beri 2 sendok makan minyak kastroli, remas, gosokkan ramuan ini pada kulit rambut sambil diurut. Lakukan 1x sehari pada sore hari sesudah mandi, bungkus rambut dengan handuk. Keramas rambut esok harinya.

b)      Mastitis/payudara bengkak :
Daun kacang panjang secukupnya cuci sampai bersih, remas-remas dengan sedikit air kapur sirih, sampai daunnya lemas. Tapalkan pada payudara yang membengkak ( kecuali puting ). Bila daunnya kering ganti dengan yang baru, sampai sembuh.




c)      Anemia
½ genggam daun kacang panjang dicuci bersih, tumbuk halus. Remas dengan 1 sendok makan madu murni, 2 sendok teh air jeruk nipis, peras lalu saring, minum 2x sehari 3 sendok makan.
14. Mengkudu ( Morinda citrifolia )

Tanaman ini tumbuh di dataran rendah hingga pada ketinggian 1500 m. Tinggi pohon mengkudu mencapai 3-8 m, memiliki bunga bongkol berwarna putih. Buahnya merupakan buah majemuk, yang masih muda berwarna hijau mengkilap dan memiliki totol-totol, dan ketika sudah tua berwarna putih dengan bintik-bintik hitam. Daun mengkudu terletak berhadap-hadapan. Ukuran daun besar-besar, tebal, dan tunggal. Warna hiaju mengkilap, tidak berbulu. Daun mengkudu dapat dimakan sebagai sayuran. Nilai gizi tinggi karena banyak mengandung vitamin A.
Kelopak bunga tumbuh menjadi buah bulat lonjong sebesar telur ayam bahkan ada yang berdiameter 7,5-10 cm. Permukaan buah seperti terbagi dalam sel-sel poligonal (segi banyak) yang berbintik-bintik dan berkutil. Mula-mula buah berwarna hijau, menjelang masak menjadi putih kekuningan. Setelah matang, warnanya putih transparan dan lunak. Daging buah tersusun dari buah-buah batu berbentuk piramida, berwarna cokelat merah. Setelah lunak, daging buah mengkudu banyak mengandung air yang aromanya seperti keju busuk. Bau itu timbul karena pencampuran antara asam kaprik dan asam kaproat (senyawa lipid atau lemak yang gugusan molekulnya mudah menguap, menjadi bersifat seperti minyak atsiri) yang berbau tengik dan asam kaprilat yang rasanya tidak enak. Diduga kedua senyawa ini bersifat aktif sebagai antibiotik.

Kandungan dan Manfaat :

Secara keseluruhan mengkudu merupakan buah makanan bergizi lengkap. Zat nutrisi yang dibutuhkan tubuh, seperti protein, viamin, dan mineral penting, tersedia dalam jumlah cukup pada buah dan daun mengkudu. Selenium, salah satu mineral yang terdapat pada mengkudu merupakan antioksidan yang hebat. Berbagai jenis senyawa yang terkandung dalam mengkudu : xeronine, plant sterois,alizarin, lycine, sosium, caprylic acid, arginine, proxeronine, antra quinines, trace elemens, phenylalanine, magnesium, dll.
Kegunaan :
1.      Darah Tinggi/ Hipertensi
Bahan: 2 buah Mengkudu (masak di pohon); 1 sendok makan madu.
Cara: Peras buah mengkudu, ambil sarinya lalu campurkan dengan madu hingga rata. Saring.
Ramuan ini bisa diminum dan diulangi setiap 2 hari sekali.
2.      Demam (masuk angin dan infuenza)
Bahan: 1 buah Mengkudu; 1 ruas kencur
Cara : kedua bahan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih. Biarkan hingga air menyusut 1 gelas, kemudian disaring dan diminum.
Ramuan ini bisa diminum 2 kali dalam 1 hari, pagi dan sore.
3.      Batuk
Bahan: 1 buah Mengkudu; ½ genggam daun poo (bujanggut)
Cara: kedua bahan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih. Biarkan hingga air menyusut 1 gelas, kemudian disaring dan diminum.
Ramuan ini bisa diminum 2 kali dalam 1 hari, pagi dan sore.
4.      Sakit Perut
Bahan: 2-3 daun Mengkudu
Cara : daun mengkudu ditumbuk halus, lalu ditambah garam dan diseduh air panas. Saring dan minum saat dingin




BAB V
PENUTUP

5.1       Kesimpulan
                        Sebagian besar masyarakatKelBojong Herang ketika mereka merasakan adanya ketidak normalan fisiologis, mereka cenderung mengkonsumsi obat yang berasal dari warung karena mudah didapat dan harganya yang terjangkau. Mereka juga terkadang mengkonsumsi obat tradisional dan toga sebagai upaya penyembuhan penyakitnya.
                        Namun meskipun demikian, masyarakat masih teliti dalam membeli dan mengkonsumsi obat tersebut. Mereka baru berobat ke dokter ketika gejala penyakit yang dirasakan berat. Pencegahan efek samping obat dapat dilakukan dengan cara mengkonsumsi obat sesuai dengan dosis yang telah ditentukan, mengetahui cara pemakaian obat, dan mengetahui waktu yang telah ditentukan dalam mengkonsumsi obat tersebut.

5.2       Saran
                        Penulis menyarankan agar pemerintah atau badan kesehatan diharapkan dapat mengadakan penyuluhan tentang kesehatan kepada masyarakat dan dapat mengoptimalkan sarana-sarana kesehatan yang sudah ada. Selain itu penulis juga menyarankan agar masyarakat tetap teliti dalam membeli dan mengkonsumsi obat-obatan yang beredar, baik obat tradisional maupun kimia.



DAFTAR PUSTAKA

Brilyantini. 2004. Tanaman Obat Keluarga 3. Jakarta : Intisari mediatama 
Data-dataKelurahan Sayang Cianjur
http://tanamanherbal.wordpress.com

           















                                                                                          



Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Pasang Kode Iklan sobat yg berukuran 120 x 600 disini!!!